| Sumber:https://www.google.co.id/search?q=diare&espv=2&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiA1tWK1_ fSAhUKro8KHQvTBK0Q_AUIBigB&biw=1366&bih=623 |
EFEK ANTIDIARE
Dalam artikel kali ini, saya
akan membahas tentang Antidiare. Apakah kalian pernah mengalami diare? Pada
umumnya diare terjadi pada anak – anak. Penyakit diare (terjadi berkepanjangan)
ini merupakan masalah global yang menyebabkan kematian anak – anak nomor dua
setelah pneumonia. Akan tetapi, tidak jarang juga, orang dewasa yang terkena
penyakit diare. Maka, penemuan obat antidiare merupakan hal yang diperlukan
dalam mengatasi masalah ini. Berikut merupakan penjelasan singkat mengeni diare
dan antidiare.
Pengertian
Diare
Diare merupakan suatu kondisi ditandai dengan
keluarnya feses secara abnormal dalam interval waktu yang sangat singkat
(biasanya 3 kali sehari). Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti,
infeksi bakteri (Campylobacter dan Escherichia coli),
infeksi virus (rotavirus, Norwalk virus, cytomegalovirus, herpes
simplex virus, and virus hepatitis), intoleransi makanan, parasite (Giardia lamblia), reaksi
atau efek samping obat, gangguan intestinal, dan kelainan fungsi usus besar. Kehilangan
cairan atau elektrolit (ion Na+ dan
K+) pada diare yang parah menyebabkan penderita mengalami dehidrasi
yang menyebabkan kematian pada kasus ini.
Jenis
diare
Berdasarkan lama kejadian diare dibedakan
2 jenis diare yang
menentukan obat antidiare yang akan digunakan.
1. Diare akut,
awalnya,
fases yang keluar cair terjadi diikuti lemas, adanya gas, nyeri, seringkali
demam dan muntah. Umumnya diare akut reda/hilang dalam 72 jam. Penyebabnya oleh
infeksi bakteri seperti E.Coli, Shigella, Salmonella, virus dan amuba seperti
E. Histolytica. Dapat pula disebabkan oleh toksin bakteri seperti
staphylococcus aureus, dan Clostridium welchii yang mencemari makanan.
2. Diare kronik,
keluarnya fases
yang tidak berbentuk, sering atau berulang dan biasanya disebabkan multi
faktor. berkaitan dengan berbagai gangguan dengan berbagai
gangguan gastrointestinal, ada pula diare yang berlatar belakang psikosomatik,
alergi oleh makanan atau obat-obat tertentu, disamping itu diare kronis ini
dapat disebabkan oleh kelainan pada sistem endokrin dan metabolisme, kekurangan
vitamin dan sebagai akibat radiasi.
Saat mikroba atau
parasit masuk kedalam tubuh, maka akan terjadi keracunan. Yang menyebabkan
diare dan muntah, disebabkan oleh pangan dan air yang terkontaminasi oleh
mikroba. Secara klinis, istilah diare digunakan untuk menjelaskan terjadinya
peningkatan likuiditas tinja yang dihubungkan dengan peningkatan berat atau
volume tinja dan frekuensinya.
Beberapa patogen
menstimulasi sekresi dari fluida dan elektrolit, seringkali dengan melibatkan
enterotoksin yang akan menurunkan absorpsi garam dan air dan/atau meningkatkan
sekresi anion aktif. Pada kondisi diare ini tidak terjadi gap osmotic dan
diarenya tidak berhubungan dengan isi usus sehingga tidak bisa dihentikan
dengan puasa. Diare jenis ini dikenal sebagai diare sekretory. Contoh dari
diare sekretori adalah kolera dan diare yang disebabkan oleh enterotoxigenic E
coli
Antidiare adalah salah satu upaya
mengatasi penyakit diare. Antidiare merupakan obat yang memiliki tujuan untuk menanggulangi
atau mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri/kuman. Obat diare yang dapat dibeli bebas mengandung adsorben atau gabungan
antara adsorben dengan penghilang nyeri (paregorik). Adsorben merupakan suatu
khasiat yang terdapat pada obat, yaitu dapat mengikat atau menyerap toksin
bakteri dan hasil-hasil metabolisme serta melapisi permukaan mukosa usus
sehingga toksin dan mikroorganisme tidak dapat merusak serta menembus mukosa
usus sehingga dapat dibawa melalui usus dan dikeluarkan bersama tinja.
Penggolongan Obat Anti Diare:
Dalam
hal ini Antidiare digongkan menjadi beberapa, yaitu:
1. Kemoterapeutika; untuk terapi kausal yakni memberantas bakteri penyebab diare, contoh: antibiotika.
2. Obstipansia; untuk terapi simtomatis yang menghentikan diare dengan beberapa cara yaitu:
a. zat-zat penekan perilstatik; akan memperlambat gerakan perilstatik pada usus sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk resorpsi air & elektrolit pada mukosa usus, cont: Loperamida (derivat petidin).
b.adstrigensia; akan menciutkan selaput lendir usus, contoh: tannin
1. Kemoterapeutika; untuk terapi kausal yakni memberantas bakteri penyebab diare, contoh: antibiotika.
2. Obstipansia; untuk terapi simtomatis yang menghentikan diare dengan beberapa cara yaitu:
a. zat-zat penekan perilstatik; akan memperlambat gerakan perilstatik pada usus sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk resorpsi air & elektrolit pada mukosa usus, cont: Loperamida (derivat petidin).
b.adstrigensia; akan menciutkan selaput lendir usus, contoh: tannin
c.adsorbensia;
menyerap zat-zat beracun yang dihasilkan bakteri ataupun dari makanan (cont:
karbo adsorben) , dan menutupi selaput lendir usus dan luka-luka dengan suatu
lapisan pelindung. contoh: kaolin.
3. Spamolitik; zat yang dapat melepaskan kejang otot yang mengakibatkan nyeri perut pada diare. Contoh: Papaverin.
(Obat-Obat Penting, 2002).
3. Spamolitik; zat yang dapat melepaskan kejang otot yang mengakibatkan nyeri perut pada diare. Contoh: Papaverin.
(Obat-Obat Penting, 2002).