Senin, 27 Maret 2017

ANTIDIARE

Hasil gambar untuk diare
Sumber:https://www.google.co.id/search?q=diare&espv=2&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiA1tWK1_ fSAhUKro8KHQvTBK0Q_AUIBigB&biw=1366&bih=623
EFEK ANTIDIARE
Dalam artikel kali ini, saya akan membahas tentang Antidiare. Apakah kalian pernah mengalami diare? Pada umumnya diare terjadi pada anak – anak. Penyakit diare (terjadi berkepanjangan) ini merupakan masalah global yang menyebabkan kematian anak – anak nomor dua setelah pneumonia. Akan tetapi, tidak jarang juga, orang dewasa yang terkena penyakit diare. Maka, penemuan obat antidiare merupakan hal yang diperlukan dalam mengatasi masalah ini. Berikut merupakan penjelasan singkat mengeni diare dan antidiare.
Pengertian Diare
Diare merupakan suatu kondisi ditandai dengan keluarnya feses secara abnormal dalam interval waktu yang sangat singkat (biasanya 3 kali sehari). Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti, infeksi bakteri (Campylobacter dan Escherichia coli), infeksi virus (rotavirus, Norwalk virus, cytomegalovirus, herpes simplex virus, and virus hepatitis), intoleransi makanan, parasite (Giardia lamblia), reaksi atau efek samping obat, gangguan intestinal, dan kelainan fungsi usus besar. Kehilangan cairan atau elektrolit (ion Na+ dan K+) pada diare yang parah menyebabkan penderita mengalami dehidrasi yang menyebabkan kematian pada kasus ini. 
Jenis diare
Berdasarkan lama kejadian diare dibedakan 2 jenis diare yang menentukan obat antidiare yang akan digunakan.
1.      Diare akut,
awalnya, fases yang keluar cair terjadi diikuti lemas, adanya gas, nyeri, seringkali demam dan muntah. Umumnya diare akut reda/hilang dalam 72 jam. Penyebabnya oleh infeksi bakteri seperti E.Coli, Shigella, Salmonella, virus dan amuba seperti E. Histolytica. Dapat pula disebabkan oleh toksin bakteri seperti staphylococcus aureus, dan Clostridium welchii yang mencemari makanan.

2.      Diare kronik,
keluarnya fases yang tidak berbentuk, sering atau berulang dan biasanya disebabkan multi faktor. berkaitan dengan berbagai gangguan dengan berbagai gangguan gastrointestinal, ada pula diare yang berlatar belakang psikosomatik, alergi oleh makanan atau obat-obat tertentu, disamping itu diare kronis ini dapat disebabkan oleh kelainan pada sistem endokrin dan metabolisme, kekurangan vitamin dan sebagai akibat radiasi.

Saat mikroba atau parasit masuk kedalam tubuh, maka akan terjadi keracunan. Yang menyebabkan diare dan muntah, disebabkan oleh pangan dan air yang terkontaminasi oleh mikroba. Secara klinis, istilah diare digunakan untuk menjelaskan terjadinya peningkatan likuiditas tinja yang dihubungkan dengan peningkatan berat atau volume tinja dan frekuensinya.
Beberapa patogen menstimulasi sekresi dari fluida dan elektrolit, seringkali dengan melibatkan enterotoksin yang akan menurunkan absorpsi garam dan air dan/atau meningkatkan sekresi anion aktif. Pada kondisi diare ini tidak terjadi gap osmotic dan diarenya tidak berhubungan dengan isi usus sehingga tidak bisa dihentikan dengan puasa. Diare jenis ini dikenal sebagai diare sekretory. Contoh dari diare sekretori adalah kolera dan diare yang disebabkan oleh enterotoxigenic E coli 

            Antidiare adalah salah satu upaya mengatasi penyakit diare. Antidiare merupakan obat yang memiliki tujuan untuk menanggulangi atau mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri/kuman. Obat diare yang dapat dibeli bebas mengandung adsorben atau gabungan antara adsorben dengan penghilang nyeri (paregorik). Adsorben merupakan suatu khasiat yang terdapat pada obat, yaitu dapat mengikat atau menyerap toksin bakteri dan hasil-hasil metabolisme serta melapisi permukaan mukosa usus sehingga toksin dan mikroorganisme tidak dapat merusak serta menembus mukosa usus sehingga dapat dibawa melalui usus dan dikeluarkan bersama tinja.

Penggolongan Obat Anti Diare:
Dalam hal ini Antidiare digongkan menjadi beberapa, yaitu:
1. Kemoterapeutika; untuk terapi kausal yakni memberantas bakteri penyebab diare, contoh:  antibiotika.
2. Obstipansia; untuk terapi simtomatis yang menghentikan diare dengan beberapa cara yaitu:
a. zat-zat penekan perilstatik; akan memperlambat gerakan perilstatik pada usus sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk resorpsi air & elektrolit pada mukosa usus, cont: Loperamida (derivat petidin).

b.adstrigensia; akan menciutkan selaput lendir usus, contoh: tannin

c.adsorbensia; menyerap zat-zat beracun yang dihasilkan bakteri ataupun dari makanan (cont: karbo adsorben) , dan menutupi selaput lendir usus dan luka-luka dengan suatu lapisan pelindung. contoh: kaolin.
3. Spamolitik; zat yang dapat melepaskan kejang otot yang mengakibatkan nyeri perut pada diare. Contoh: Papaverin.
(Obat-Obat Penting, 2002).

Rabu, 15 Maret 2017

Kegunaan Tanaman Beluntas

KEGUNAAN DAUN BELUNTAS?

Hasil gambar untuk tanaman beluntas
Sumber: https://www.google.com/tanaman+beluntas
            Hayyy…. Di dalam blog pertama ini, saya akan menulis artikel. Nah artikel ini merupakan tugas dari dosen pengajar. Awalnya saya disuruh mencari sebuah jurnal. Setelah itu, memilih 3 keyword dan……(gk penting yah dijelasinnya J) Dan akhirnya saya memutuskan untuk menjelaskan tentang Kegunaan Tanaman Beluntas……
            Nah, apakah kalian tahu tentang tanaman beluntas? Kalian tahu kan tanaman ini biasanya yang sering dijadikan pagar tanaman di depan rumah dan sebagian masyarakat biasanya menyantap daunnya sebagai sayur pada lalapan atau lain - lain. Kalau kalian sudah tahu tanaman ini, apakah kalian tahu juga tananman ini memiliki banyak manfaat yang terkandung? Daunnya yang sering dikonsumsi ternyata memiliki kandungan senyawa kimia yang bermanfaat lho… Jika kalian penasaran, baca dan simak artikel ini yaa J
            Tanaman beluntas atau dalam bahasa latin Pluceae Indica L. merupakan tanaman yang dapat tumbuh di keadaan kering dengan tanah yang keras dan berbatu. Tanaman ini tumbuh dapat mencapai 3 meter. Di beberapa daerah, tanaman ini memiliki bermacam – macam sebutan, seperti Baruntas (Sunda), Luntas (Jawa), Baluntas (Madura), Lamutasa (Makassar) dan Lenabou (Timor). Di daerah asing di sebut dengan Luan Yi (China) dan Phatpai (Vietnam) dan Marsh Fleabane (Inggris) (Wikipedia.com)
            Daunnya memiliki kandungan kimia dalam tanaman ini adalah minyak atsiri, Alkaloid, Flavonoida, Tanin, Asam Chlorogenik, Natrium, Aluminum, Kalsium, Magnesium, dan Fosfor. Sesuai dalam kandungan pada daunnya, maka tanaman ini memili manfaat antara lain:
1.      Minyak Atsiri yang tergandung merupakan penghambat pertumbuhan bakteri yang menyebabkan karies pada gigi.
2.      Alkaloid merupakan senyawa yang paling banyak di temukan pada tanaman khususnya daun. Senyawa ini membantu tanaman untuk melindungi dirinya (racun) sehingga memberikan rasa pahit dan asam. Senyawa ini dalam jumlah yang tepat, digunakan sebagai mengatasi gangguan pencernaan pada anak – anak.
3.      Flavonoida merupakan senyawa yang mudah larut dalam air dan sebagai antimikroba juga antivirus atau antioksidan.
4.      Tanin merupakan senyawa yang berperan dalam pendenaturasi protein serta mencegah proses pencernaan bakteri. Senyawa ini juga dapat mengatasi masalah darah tinggi karena dapat sebagai pengkhelat logam (zat besi) dalam darah.
Maka, dari kandungan daunnya dapat diketahu manfaatnya yaitu: penghilang bau badan, bau mulut, serta keputihan (sebagai antibakteri); mengatasi kurang nafsu makan dan gangguan pencernaan makanan pada anak – anak; anti TBC; mengatasi nyeri rematik, nyeri tulang dan sakit pinggang, dan meredakan demam.